PUANKU
“Puan,
Segelap ini kamu membuat sekat
di gigir tubir dari perjalanan yang rapuh
Baiklah, mari kita selesaikan malam ini
sebelum matamu lelah
oleh kalimat-kalimat tak bertuah
Lagi,
kamu pulang ke rumah diam
Menaburkan jelaga gelisah di altar maya
hingga mataku kini berubah abu-abu.
Hendak kamu taruh di mana kalimat sunyimu itu?
Puan,
jika kamu sedang memilih antara aku dan dia
Mari aku bantu dengan mengundurkan diri.
Karna Aku,
bukanlah pilihan sebab aku adalah tujuan.”

Komentar
Posting Komentar